Selamat Datang
  • KITAB WAJAH ALLAH
  • KITAB KKTMQ NURULTAUHID
  • KITAB AMALAN MENGHILANGKAN JASAD DALAM KUBUR
  • KITAB ABDI SIR ( KEBAL )

Tentang Kami

 

Segala puji bagi Allah yang maha Esa lagi perkasa yang mengatur hidup dan kehidupan manusia dan mahluk-Nya yang lain.Semoga rahmat dan sejahtera Allah yang tetap dilimpahkan atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW,dan semua para Nabi dan rasul serta keluarga dan para sahabat juga orang-orang saleh.

Saudaraku yang mau berjuang mengendalikan hawa nafsu dan berjuang mengadakan pendekatan kemaha Ilahi (Al Quran) marilah kita sama-sama berjuang satu tekad yang bulat tanpa kompromi untuk menegakan panji-panji kebenaran dipermukaan bumi ini.

Bagi para pengunjung blog ini yang masih berada diluar ketidak tahuan mengenai yang behubungan dengan Tauhid dan Tasawuf,Insya Allah dengan artikel saya ini bisa membawa anda mengenal lebih jauh lagi tentang Tauhid dan Tasawuf sehingga anda tidak gampang terpengaruh oleh kebudayaan atau kepercayaan-kepercayaan yang menjurus kesesatan.

Ilmu ketauhidan adalah ilmu dimana para salik mencari Tuhannya,untuk mencapainya haruslah melaluli tahap – tahap,yakni:

  1. Syareat
  2. tarekat
  3. hakekat
  4. ma’rifat
  5. mari’fatullah
surah / surat : Al-Ma’aarij Ayat : 3
mina allaahi dzii alma’aariji

3. (yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik.

Untuk mencapai satu Maqam ke Maqam yang lain haruslah ada penuntun yang membawanya atau sering kita sebut Mursyid atau Syekh guru yang tahu dan mengerti akan pembahasan itu.

surah / surat : Al-Israa’ Ayat : 36
walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaan

36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Kata “TAHU”disini adalah mengenal sebenar-benarnya dan mempunyai dasar hadist dan Al Quran serta mempunyai Rekomendasi dari pihak-pihak yang berwenang juga mempunyai Silsilah atau sering dikatakan izasah dan juga ada yang mengatakan Kirkah sehingga ajaran tersebut bisa dipercaya dan diterima masyarakat.

Thoreqatul Ma’rifatullah al Qodiriyah Nurul Tauhid ini pertama kali didirikan di jakarta selatan dengan nama Yayasan Al qodiriyah.Kemudian dipindahkan ke kota manado dengan nama Kerukunan Kekeluargaan Thoreqatul Ma’rifatullah Al Qodiriyah atau sering disebut KKTMQ Nurul Tauhid.Kemudian dipindahkan lagi ke kota Gorontalo yang akhirnya bermarkas dan menetap di daerah tersebut hingga sekarang. Nurul tauhid al Qodiriyah ini sudah berdiri sejak tahun 1993,sehingga KKTMQ Nurul tauhid ini telah tersebar diseluruh indonesia dengan jamaah sebanyak 26.000 orang.Dan telah melaksanakan 9 kali Ijtima yang setiap tahun dilaksanakan di tiap daerah.

Kegiatan Rutinitas KKTMQ Nurul Tauhid yakni berdakwah menyebarkan kebenaran Hadist dan Al Quran yang menyimpulkan bahwa agama Islam adalah benar – benar agama yang di dalamnya tak ada keraguan sedikitpun.Dan menyatakan dengan Haqqul Yakin bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah UtusanNya.

Kegiatan Setiap Malam adalah membaca shalawat Gaust di tiap-tiap rumah Jamaah KKTMQ Nurul Tauhid,Pada malam senin awal bulan di minggu pertama dilaksanakan open house untuk umum guna mempererat silaturahim juga bertujuan untuk tukar pikiran (sharing) atau berbagi Tanya dan Jawab. pada tiap malam Jumat juga dilaksanakan secara rutin adalah Shalawat dan Zikir.

Thoreqatul MA’rifatullah Nurul Tauhid Al Qodiriyah ini misinya mengembalikan Islam secara keseluruhan.Karena terlalu banyak ilmu-ilmu agama islam yang telah disembunyikan,sehingga hanya orang-orang tertentulah yang bisa mempelajarinya.Berbagai alasan para Ulama menyembunyikan Ilmu tersebut antara lain karena faktor umur masih terlalu muda sehingga belum bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Banyak para ulama yang lupa bahwa sejarah Imam Syafii dan Imam Hanafi menjadi Imam Besar justru berumur belasan tahun.Dalam Organisasi Nurul Tauhid Al Qodiriyah ini satu-satunya Thoreqah yang ada di Indonesia yang berani membuka segala yang dirahasiakan para Ulama sekarang ini.

surah / surat : Muhammad Ayat : 7
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu in tanshuruu allaaha yanshurkum wayutsabbit aqdaamakum

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. 47:7)

.Dan Nurul Tauhid Al Qodiriah ini yang mampu mengantar sampai ke makam NUR MUHAMMAD dengan jalan “MATI”,sehingga dapat melihat  kebesaran ALLAH

surah / surat : An-Nisaa Ayat : 66
walaw annaa katabnaa ‘alayhim ani uqtuluu anfusakum awi ukhrujuu min diyaarikum maa fa’aluuhu illaa qaliilun minhum walaw annahum fa’aluu maa yuu’azhuuna bihi lakaana khayran lahum wa-asyadda tatsbiitaan
66. Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka : “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),
surah / surat : Al-Israa’ Ayat : 1
subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru

Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya [847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Kata ALLAH dalam bahasa Arab terdiri dari empat kata yaitu alif, lam, lam dan ha. Pada lam pertama dan lam kedua terdapat tasydid sebagai tanda idham. Pula dalam bahasa Arab kata ALLAH dinamakan ghairu musytaq yang dimaksud disini tidak ada asal katanya dan bukan pecahan dari kata kata lain. Karena itu kata ALLAH tidak bisa diubah menjadi bentuk tatsniyah (ganda) dan jama’ (plural). Begitu pula  kata ALLAH  tidak bisa dijadikan sebagai mudhaf, tapi bisa dijadikan sebagai mudhafun ilah misalnya Abdullah, Rasulallah, Habibullah, Nashrullah, Habibullah dll.

Kata ALLAH dalam bahasa Arab bisa juga disebut sebagai isim murtajal, maksudnya kata ALLAH adalah nama asal bagi dzat yang wajib ada, Yang Maha Suci, Maha Agung dan Yang Berhak Disembah (ma’baud). Tidak ada satupun makhluk yang berhak memakai nama ALLAH.

Karena itu nama ALLAH tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Maka terjemahan ALLAH menjadi God dalam bahasa Inggris atau Tuhan dalam bahasa Indonesia, adalah tindakan yang “batil” dan menyimpang dari ajaran Islam. Karena God bisa diubah menjadi bentuk jama’ –plural- (Gods), dan Tuhan bisa diubah menjadi bentuk jama’ (Tuhan-Tuhan). Sedangkan ALLAH tidak bisa diubah menjadi bentuk jamak.

Dalam Al Qur’an, kata ALLAH disebut sebanyak 2153 kali, semuanya dalam bentuk mufradh atau tunggal, karena lafdzul jalalah (lafdz yang agung) ini adalah Esa dan Mutlak, sesuai ayat al Qur’an dalam surat al Ikhlash 1-4 “ Katakanlah; Dia Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan tidak ada seorang pun yang serata dengan Dia”. Dalam ayat lainnya surat Taha,14 “ Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah yang hak selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”.

ALLAH dalam akidah Islam itu berbeda dengan makhluk Nya (laisa kamislihi syaiun), Allah tidak serupa dengan apapun. ALLAH Maha Mendengar, Maha Tahu, Maha Melihat, dan tidak ada yang setara dengan Nya.

TAUHID

ABU DHAR ra, sahabat Nabi saw, pernah sebelum masuk Islam, pergi ke tempat yang biasanya ia menyembah berhala setiap hari untuk meminta kepadanya rizki. Tiba-tiba ia melihat kepala patungnya basah seperti ada orang yang sengaja menyiraminya dengan air. Abu Dhar  marah besar dan bertanya kepada dirinya: “siapa gerangan yang berani berani menyirami air di atas kepala Tuhanku”. Ia menengok ke kiri ke kanan tapi tidak mendapatkan tanda-tanda ada seseorang berada di sekitar tempat itu, hanya saja ia melihat ada seekor serigala sedang asyik tidur di tempat yang tak berjahuan dengan patungnya. Dari situ, ia mengetahui bahwa serigala itulah yang telah mengencingi kepala Tuhannya. Maka turunlah kepada Abu Dhar hidayat dari Allah. Lalu ia melontarkan beberapa bait syair kepada patungnya:

 

Tuhan dikencingi serigala di atas kepalanya

Sungguh hina bagi Tuhan yang telah dikecingi

Jika kamu itu Tuhan pasti kamu bisa mencegahnya

Maka sialan bagimu karena tidak bisa melindungi.

Aku beriman kepada Allah, tak ada yang mengalahi Nya.

Dan bersuci dari segala bentuk patung di muka bumi

 

Setelah itu Abu Dhar datang kepada Rasulallah untuk mengikrarkan keislamannya. Mulai saat itu ia menjali seorang muslim yang patuh dan teguh dalam membela kalimat tauhid.

Konon dari kecintaannya beliau terhadap kalimat tauhid, sehingga bacaan ayat suci al Quran yang paling banyak dibaca ialah surat al-Ikhlas (Qul Huallahu Ahad). Karena di dalam surat itu terkandung ayat-ayat yang memurnikan keesaan Allah dan menolak segala macam kekufuran.

Suatu ketika Rasulallah saw berkata kepada Abu Dhar: “Wahai Abu Dhar sesungguhnya Jibril telah memberi salam kepadamu”. Abu Dhar pun bertanya kepada Beliau “Bagaimana Jibril bisa mengenalku, ya Rasulallah?”. Rasulallah saw menjawab: “Pertanyaanmu itu telah ku tanya kepada Jibril, dan iapun menjawab: “Bagaimana aku tidak mengenal Abu Dhar, sedangkan semua malaikat di langit telah mengenalnya”. Aku lalu bertanya lagi kepada Jibril: “Bagimana mereka mengenal Abu Dhar wahai Jibril”. Jibril pun menjawab: “karena ia banyak sekali membaca surat al-Ikhlas“.

Dari kisah di atas, kita bisa mengambil satu pelajaran penting sekali bahwa Islam mengajarkan umatnya, sebelum segala sesuatu, agar memperteguh akidahnya dan memperkuat keyakinanya dengan kalimat tauhid “La Ilaha Ilallah”. Jika akidah dan keyakinan kepada Allah kuat, niscaya akhlak pun akan baik dan benar. Karena untuk merobah akhlak menjadi baik dan benar tanpa memperkuat akidah dan tauhid ibarat usaha menyuburkan daun dan ranting sebuah pohon tanpa mempedulikan kondisi akarnya. Hanya pohon yang memiliki akar kuat akan memiliki batang, ranting, dan dedaunan yang kokoh pula.

Sungguh besar derajat kalimat tauhid di sisi Allah. Sungguh agung kedudukannya di hadapan Pencita langit, bumi dan se isi-isinya. Bahkan kalimat itu bagi Nya sangat teguh, bagaikan pohon yang teguh, kokoh, dan berdiri tegap yang tidak bisa disambar petir atau halilintar. Demi Allah seandainya langit, bumi dan se isi-isinya diletakan di neraca timbangan dan kalimat “La Ilaha Ilallah” diletakan di neraca timbangan yang lain, maka kalimat “La Ilaha Ilallah”  akan lebih berat dari langit, bumi dan se isi-isinya.

“La Ilaha Ilallah”. Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah, tiada agama selain agama Allah, tiada syari’at selain syari’at Allah, dan tiada aturan di dunia yang indah dan sempurna selain aturan Allah. Maka kalau ada yang bertanya apa intisari agama yang diturukan para Nabi, dari mulai nabi Adam as sampai nabi kita Muhammad saw? Jawaban yang tepat adalah tegakkan kalimat tauhid “La Illaha Illallah”.

Makanya, Habib Ali Kwitang dan muridnya KH Abdullah Syafi’e selalu menutup majlis majlis mereka setiap minggu dengan kalimat tauhid “La Ilaha Ilallah”. Setelah kalimat itu dibacakan, terasa benar ada sentuhan dan getaran Ilahi yang masuk ke hati sanubari pendengarnya. Karena kalimat baik yang keluar dari hati yang baik dan bersih, tak mungkin ada dinding yang bisa menghalanginya dan pasti akan menembus ke hati pula. Kalimat “La Ilaha Illallah” yang menyentuh qalbu mu’min ini cukup dijadikan sebagai ta’lim atau pelajaran yang tak terlupakan sepanjang hayat dikandung badan.

Sampai sekarang ini, suara Habib Ali masih teringat. Setiap ingat, jiwa kita tergetar oleh pesona kesederhanaan, kerendahan hati, dan kesalehannya yang sukar dibayangkan masyarakat kota sekarang ini, yang cenderung angkuh, sombong, serba duniawi, seolah-olah semua isi dunia hendak mereka kuasai. Padahal, setelah dikuasai, yang mereka dapatkan cuma penyakit demi penyakit yang hampir tak ada obatnya. Karena penyakit mereka bukan terletak di dalam tubuh, melainkan dalam jiwa yang kotor, hati yang mesum dan gersang, yang tidak bisa diobati kecuali dengan siraman rohani dan kalimat tauhid “La Ilaha Illallah” yang selalu dibawakan Habib Ali setiap minggu.

Pernah Rasulallah saw sedang duduk bersama para sahabatnya. Beliau bertanya kepada mereka pertanyaaan yang tidak ada seorangpun yang bisa menjawabnya. “Ada sebuah pohon yang daunya tidak pernah jatuh ke tanah, pohon itu ibarat seorang mukmin yang banyak manfaatnya. Apa gerangan nama pohon itu?”. Tidak ada seorangpun diantara mereka yang bisa menjawab pertanyaannya.  Nabi pun menjelaskan: “itulah pohon korma”.

Itulah perumpamaan kalimat tauhid yang dimaksud Rasulallah saw, ibarat pohon korma yang banyak bermanfaat bagi manusia, akarnya teguh dan cabangnya menjulang kelagit. Pohon itu tumbuh subur, tegak dan kokoh di setiap musim, baik di musim kemarau atau dimusim dingin, di terik matahari yang membakar yang suhunya bisa mencapai diatas 50 derajat C atau di saat datangnya musim dingin yang suhu bisa mencapai di bawah 0 derajat.

Pohon yang teguh dan kokoh itu diibaratkan seperti ucapan yang teguh yang tidak hanya bermangfaat bagi kehidupan manusia didunia, akan tetapi berlanjut kemangfaatanya sampai ke akhirat. Allah telah meneguhkan iman seorang mukmin dengan ucapan yang teguh (kalimat tauhid) dalam kehidupannya di dunia dan di akhirat.

“Laa Ilaha Ilallah”, tiada Tuhan selain Allah. inilah kalimat yang selalu dibawakan Habib Ali sampai akhir hayatnya. Sebelum wafat beliaupun sempat mendoakan umat Islam agar dengan kalimat itulah mereka dihidupkan, dengan kalimat itulah mereka dimatikan dan dengan kalimat itu pula insya Allah mereka akan dibangkitkan bersama-sama pemimpin tauhid, Rasulallah saw, di hari kebangkitan

 

Alamat Markas di tiap daerah:

GORONTALO (Markas Pusat):Jln.sumur Bor Kel.Tenggela Kota Gorontalo

MANADO :Kampung Bali Tuminting Manado Utara (Ustad Aswin)

SULAWESI TENGAH: Jln.Nuri 1 No.40E Kel.Tanamodindi Palu Selatan ( Ibu Yuniarti Imran )

TERNATE:Kelurahan ake huda samping kiri Fakultas unhair kota ternate propinsi Maluku Utara.

MALIPUT:Desa Talapao kecamatan Maliput Kab.Halmahera Utara.Provinsi Maluku Utara.

TOBELO:Desa Gosoma Kec.Tobelo Kab.Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara.

JAWA TIMUR:Jln.Diponegoro RT.05 Rw.02 Desa Lebo Kabupaten Sidoarjo (Amir Havid)

JAWA BARAT :Cibaduyut RT.007 RW.006 Bandung (Alfian) Hp.081220948545

JAWA BARAT :Jln.Cicendo (Depan RS.Mata) Gang Polisi(Ibu.Widya)  Hp.0852117960478

 

(Artikel Alamat masih akan dilengkapi lagi )

Powered by WordPress. Designed by elogi.